PSBB Kembali Diberlakukan, Ini 5 Tips Agar Bisnis Saat Pandemi Tetap Berjalan!

5 Tips Agar Bisnis Saat Pandemi Tetap Berjalan Dengan Baik Bagaimana agar bisnis saat pandemi seperti saat ini tetap dapat berjalan dengan b...
Bagaimana agar bisnis saat pandemi seperti saat ini tetap dapat berjalan dengan baik?

Rabu 9 September 2020, Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta memutuskan untuk kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada tanggal 14 September 2020. Anies menilai, lonjakan kasus baru yang mencapai 1000 orang dalam satu hari serta tingkat penggunaan rumah sakit yang mengkhawatirkan membuat beliau memutuskan hal tersebut.

Mau tidak mau, masalah ini memberikan efek kejut yang besar bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi pelaku bisnis. Setelah sempat menghirup udara segar dengan membuka kembali usaha mereka, kini mereka harus kembali menutup usaha. Bagaimana caranya agar usaha tetap bisa berjalan di masa PSBB yang baru nanti? Berikut 5 tips yang perlu Anda ketahui!

1. Kaji kembali manajemen keuangan

Hal pertama, yang perlu Anda lakukan adalah dengan mengkaji keuangan perusahaan Anda. Yang paling penting adalah, bagaimana arus kas Anda tetap berjalan dengan lancar selama PSBB berlangsung. Cek jumlah piutang usaha serta hutang usaha yang Anda miliki.

Paper.id dapat membantu Anda dalam melihat jumlah piutang serta hutang usaha dengan jelas dan mendetil. Dengan begitu, Anda bisa tahu piutang atau hutang usaha Anda dan melakukan upaya untuk menjaga arus kas Anda agar tetap berjalan dengan lancar. Cek disini (gratis selamanya) untuk mengetahuinya lebih lanjut!

2. Atur stok barang Anda dengan baik

PSBB berpotensi merusak logistik perusahaan Anda. Alur ekspor-impor serta pengiriman barang bisa berjalan lebih lama. Untuk itu, Anda perlu mengelola stok perusahaan Anda dengan baik. Perhatikan stok barang Anda yang mudah rusak atau mengalami penyusutan dengan cepat. Dengan begitu, Anda tahu jumlah barang dengan pasti mana yang bisa tetap dijual dan mana yang tidak.

Bagi barang yang masih layak dijual dengan masa kadaluarsa yang akan segera habis, buat promo diskon atau bundle agar menarik lebih banyak konsumen. Dengan begitu, meskipun bisnis saat pandemi tetap dapat meningkatkan keuntungan dengan memanfaatkan barang tersebut.

3. Terapkan pemasaran secara online

PSBB memaksa semua orang bekerja dari rumah sehingga pola kerja konvensional berubah menjadi sistem berbasis online. Dalam hal ini, andalkan pemasaran secara online dengan memasarkan produk Anda melalui dunia maya. Buatlah sebuah blog atau website bisnis sendiri lalu isi dengan artikel-artikel dan keyword yang sesuai dengan produk bisnis Anda.

Selain itu, pasang iklan secara online seperti Google Ads, Facebook Ads, IG Ads, dan lainnya. Anda dapat mengatur seberapa besar dana yang akan dikeluarkan berdasarkan campaign yang ingin Anda lakukan. Dengan begitu, proses pemasaran akan berjalan lebih efektif, mengingat setiap jenis ads yang ada menerapkan sistem yang teratur sehingga, para penggunanya dapat menjangkau konsumen lebih banyak dan luas.

Bisnis saat pandemi seperti saat ini memberikan 2 pilihan, mati (kolaps) atau justru bersemi. Banyak kita mendengar bisnis gulung tikar. Akan tetapi, tidak sedikit pula kita mendengar bisnis yang justru tumbuh mendapat respon positif masyarakat.

4. Fokus kepada customer retention

Jangan lupa juga untuk fokus kepada customer retention. Hal ini dilakukan agar membuat pelanggan lama Anda tetap setia mengkonsumsi produk Anda. Lantas, apa yang bisa dilakukan? Anda bisa rajin melakukan komunikasi dan juga online training agar dapat memberikan perhatian lebih kepada pengguna Anda.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan keluhan-keluhan apa saja yang terjadi pada pelanggan Anda. Lakukan pemetaan kepada apa saja masalah yang terjadi sehingga, Anda bisa melakukan mitigasi untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan banyak manfaat dengan baik.

5. Manfaatkan aplikasi bisnis otomatis

Saat ini di internet banyak sekali tersedia berbagai aplikasi bisnis. Baik gratis maupun berbayar. Pastikan bisnis anda menggunakan aplikasi yang terbukti membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja perusahaan.

Salah satunya adalah aplikasi invoice seperti yang saya pakai ini. Paper.ID cukup membantu bisnis dalam manajemen tagihan, stok dan pembayaran digital.

Aplikasi invoice ini mampu menjalankan tugas mengirimkan tagihan pada klien menggunakan email, WhatsApp dan SMS secara gratis. Tidak lagi butuh kurir untuk mengirimkan tagihan. Juga, terdapat fitur reminder, sehingga anda hemat banyak waktu dan tenaga untuk mengingatkan klien dan customer dengan status unpaid (belum dibayar).

Sekali lagi, aplikasi invoice ini gratis selamanya. Anda hanya perlu membayar jika upgrade premium (Psssttt ... mau coba akses premium gratis?, kami bantu aktivasi, Hubungi!)


Lebih dari sekedar software tagihan. Paper.ID memudahkan klien anda melakukan pembayaran DP (down payment), stock movement report, dan kini pembayaran digital telah mengalami banyak update, selain via OVO, kartu kredit dan VA Bank, kini sudah bisa dilakukan melalui Tokopedia dan QRIS.

Bottom line. Garis bawah perlu diperhatikan oleh tiap pelaku bisnis agar tetap bertahan saat pandemi seperti saat ini adalah memastikan klien dan kustomer mendapat berbagai kemudahan akses secara digital dengan mengurangi aktivitas luar ruangan untuk hal-hal yang pada dasarnya bisa dilakukan secara online.

Let's Grow!
Pandemi, Saatnya bersemi!
Bacaan menarik lainnya: